BERITA & ARTIKEL

Dindikpora Brebes Kenalkan Umpak Bambu Sebagai Permainan Tradisional pada Anak di Hari Jadi ke-348

Minggu, 18 Januari 2026 (16:19 WIB)

Dindikpora Brebes Kenalkan Umpak Bambu Sebagai Permainan Tradisional pada Anak di Hari Jadi ke-348

BREBES- Semarak peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes Tahun 2026, tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum menyiapkan arah pelestarian budaya lokal ke depan. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, OPD dan pelajar ambil bagian dalam lomba permainan tradisional yang digelar di Alun-alun Brebes, Sabtu, 17 Januari 2026.

Kegiatan ini menghadirkan beragam permainan rakyat seperti Umpak Bambu, Terompah Panjang, Balap Karung, dan Estafet Enggrang, yang diikuti perwakilan instansi pemerintah, sekolah, BUMD, hingga masyarakat umum.

Wakil Bupati Brebes Wurja yang hadir bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes Ahmad Saeful Ansori, mengatakan , lomba tradisional tidak sekadar hiburan tahunan, tetapi diarahkan menjadi instrumen pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda.

“Permainan tradisional mengajarkan sportivitas, kekompakan, dan nilai kebersamaan. Ke depan, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya di tengah derasnya era digital,” kata Wurja.

Wakil Bupati Brebes berharap, peringatan Hari Jadi ke-348 menjadi pijakan awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Brebes yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dindikpora (Brebes) Fajar Adi Widiarso menjelaskan, perlombaan olahraga tradisional menjadi bagian penting dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes.

“Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga dinilai strategis untuk melestarikan budaya olahraga tradisional yang menjadi identitas daerah,” kat Adi yang sekaligus sebagai Ketua Seksi Lomba Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes.

Menurut Adi, pihak Dindikpora mengungkapkan, Brebes memiliki kekayaan olahraga tradisional yang patut dibanggakan, salah satunya umpak bambu yang dikenal sebagai olahraga tradisional asli Brebes.

Momentum Hari Jadi dinilai tepat untuk kembali mengenalkan permainan tersebut kepada masyarakat luas, termasuk pada generasi penerus yakni kalangan anak-anak pelajar di Brebes.

“Olahraga tradisional bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari warisan budaya. Umpak bambu ini khas Brebes dan harus terus kita jaga agar tidak hilang tergerus zaman,” jelas Adi.

Adi menambahkan, lomba olahraga tradisional juga memiliki nilai sosial yang kuat. Bagi masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia, kegiatan tersebut menjadi sarana bernostalgia mengenang masa kecil yang penuh kebersamaan melalui permainan rakyat.

“Banyak permainan yang dulu akrab dimainkan, sekarang mulai jarang terlihat. Melalui kegiatan ini, orang tua bisa kembali merasakan suasana masa lalu,” ungkap Adi.

Sementara bagi generasi muda dan anak-anak kalangan pelajar, lomba olahraga tradisional diharapkan menjadi media edukasi sekaligus hiburan yang sehat. Selain mengenalkan budaya lokal, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat anak-anak terhadap aktivitas fisik.

“Kita ingin anak-anak mengenal olahraga tradisional, mencintai budayanya sendiri, dan tidak terus-menerus terpaku pada gadget. Ini juga bagian dari upaya membangun karakter dan kebersamaan,” ujar Adi.

Dindikpora Brebes berharap ke depan olahraga tradisional tidak hanya tampil saat peringatan Hari Jadi, tetapi juga dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui kegiatan sekolah, komunitas, hingga event olahraga daerah, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Brebes lintas generasi.

“Harapannya pada generasi muda maupun anak-anak pelajar, dengan menggemari permainan atau olahraga tradisional bisa mengurangi rutinitas penggunaan gadget,” pungkasnya.***

Bagikan Berita :